BERITA: ”Jembatan Merah” Nyanyian Terakhir

YUNIARTI agak mendekatkan bibirnya ke telinga Gesang. Dengan setengah berbisik, kemenakan Gesang itu bertanya apa yang ingin dinyanyikan pamannya.

Sejurus kemudian, terdengarlah lagu ”Jembatan Merah” dari sang maestro. Sembari berbaring dan hanya diiringi tepukan tangan, lagunya terdengar mantap dan begitu bersemangat.

Eloknya lagi, ada puluhan anak SD yang menyaksikan dan kemudian turut menyanyikan tembang tersebut.

Itulah lagu terakhir yang dinyanyikan oleh Gesang Martohartono (92). Beberapa jam setelah dia membahagiakan puluhan anak SD Negeri Yosodipuro, pencipta lagu Bengawan Solo itu kemudian meninggal dunia. Setelah dia berjuang melawan sakitnya sejak hari Rabu (12/5) lalu dan kondisinya sempat tidak stabil sejak Minggu (16/5). Di ruang ICU RS PKU Muhammadiyah Solo, ia menghembuskan napas terakhirnya.

Sejak masuk di rumah sakit, sebagaimana keterangan yang diberikan oleh Yuniarti, Yani Efendi (keduanya kemenakan), dan Kayati (adik), Gesang memang seperti sudah memberikan semacam tanda-tanda.
Di antaranya dari keinginan-keinginan tak biasa yang belakangan ini. Termasuk ketika dikunjungi siswa dan siswi SD Negeri Yosodipuro Solo, mendadak dia meminta sendiri untuk bernyanyi dan lagu yang dipilih adalah Jembatan Merah.

”Entah mengapa bapak tiba-tiba ingin menyanyi. Dan entah mengapa pula yang ingin dinyanyikan adalah lagu Jembatan Merah,” kata Yuniarti, kemenakan.

Namun tak hanya itu saja hal yang dirasakan berbeda dari sakitnya Gesang. Di luar itu masih banyak lagi kenangan saat-saat terakhir Sang Maestro yang terasa lain dari biasanya. Misalnya ketika dia tiba-tiba minta kopi, padahal nyaris Gesang tidak pernah suka dengan jenis minuman tersebut. Tapi barangkali pula itu lebih karena pengaruh obat yang memberikan pengaruh kantuk dan Gesang berusaha ingin melawan rasa kantuk itu.
”Tapi karena dilarang oleh dokter, tentu kami tidak memberikannya. Meski kemudian dia meminta terus,” katanya.

Bertangisan

Sementara pada pagi siang harinya, setelah kunjungan anak-anak SD, sempat terjadi kepanikan di antara Yuniarti dan Kayati yang sedang menunggui. Ketika itu, Yuniarti mendadak menangis setelah dipanggil oleh tim dokter yang menangani pamannya.

Lalu dengan tergesa-gesa menghubungi beberapa saudaranya agar berkumpul di rumah sa¬kit. Dari peristiwa tersebut sesungguhnya juga sudah bisa menjadi pertanda akan masa-masa akhir dari Gesang.
Keinginan lain yang dirasa menjadi tengara saat-saat terakhir Gesang adalah ketika dia merasa tidak kerasan di rumah sakit. Me¬nurut keterangan dari Yuniarti, sebentar-sebentar dia meminta pulang.

Lalu para kemenakan disuruh mengemasi barang bawaan untuk bersiap kembali ke rumah. Itu terus diminta oleh Gesang bahkan hingga kemarin.

”Kalau tidak meminta pulang ke rumah, bapak minta dipindah dari ruang ICU. Tapi kami berusaha menghiburnya karena apa pun kami harus menunggu petunjuk dokter,” kata Yuniarti.
Begitu tersebar kabar Gesang me¬ninggal, RS PKU Muham¬ma¬diyah Solo sontak ramai. Bukan ha¬nya oleh kehadiran para jurnalis saja, tapi juga beberapa tokoh masyarakat. Di antaranya termasuk sineas kondang Garin Nugro¬ho yang sebelumnya sempat ingin men¬jenguk namun batal. Kepada Sua¬ra Merdeka, sutradara ”Opera Sinta” tersebut merasa sangat kehilangan atas kematian Gesang.

Firasat Lain

Yuniarti juga mengungkapkan firasat lain akan kepergian pamannya. Menjelang shalat Magrib, Gesang menanyakan antara timur dan barat jauh mana. Mereka mengartikan bahwa barat adalah makam Pracimaloyo di Makamhaji, Kartasura. Sedangkan kalau timur adalah tempat makam pahlawan. ”Firasat kami seperti itu. Tapi, saat ditanyai, kami hanya menjawab iya,” kata Yuniarti.

Tak berselang lama, firasat itu benar terjadi. Gesang pun meninggalkan kerabatnya untuk selama-lamanya. Sebenarnya, pihak keluarga belum mempercayai meninggalnya sang maestro. Itu karena, kondisi Gesang semakin membaik.

Bahkan, pagi harinya sekitar pukul 10.00 saat berada di rumah sakit, Yuniarti diminta menuliskan teks lagu ”Jembatan Merah” untuk yang selanjutnya akan dinyanyikan.

Menurut dia, pihak keluarga mengikhlaskan kepergian Gesang. bahkan, sejak sakit pun, para kerabat rela dan tulus dalam merawatnya. ”Kami ikhlas lahir-batin,” imbuhnya.

Sementara itu, setelah kabar meninggalnya Gesang, suasana rumah duka banyak dikunjungi pelayat. Mulai kerabat dekat, tetangga hingga masyarakat luas mendatangi rumah yang beralamat di Kemlayan. Jenazah Gesang tiba di rumah duka pukul 20.26 dengan ambulans milik rumah sakit.

Penghargaan Pemkot

Wali Kota Surakarta Ir Joko Widodo merasa sangat kehilangan sekali atas kepergian almarhum. Gesang adalah tokoh keroncong yang sulit dicari penggantinya. Oleh sebab itu mewakili Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Solo Joko Wi mengatakan pasti akan ada penghargaan yang akan diberikan. Hanya apa bentuknya, hal itu masih akan dibicarakan lebih lanjut.

Ungkapan bela sungkawa juga disampaikan sesama penyanyi keroncong Hj Waljinah. Dia me¬rasa sangat kehilangan atas kepergian Gesang. Gesang telah dianggap seperti orangtuanya sendiri. ”Bukan hanya kedekatan di dunia keroncong, melainkan juga karier saya juga banyak dibim¬bing oleh Pak Gesang,” tuturnya kepada Suara Merdeka setelah pulang dari perawatan di RS Kasih Ibu.

Ketua DPRD YF Sukasno dan Wakil Ketua DPRD Supriyanto. Keduanya menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam. Meski tak ingin tergesa-gesa, namun Sukasno mengusulkan agar Pemkot menyediakan monumen untuk meneladani kiprahnya. (Sri Wahjoedi, Wisnu Kisawa, Gading Persada, Arif M Iqbal-60)

(Harian Suara Merdeka, 21 Mei 2010)

Explore posts in the same categories: Berita, REFERENSI

Tag: , , ,

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: